Senin, 22 Mei 2017

Penampilan Grafik Scene dan UI dalam Game

Judul/Bab             : Penampilan Grafik Scene dan UI dalam Game ( Penulisan Bab 7 )
Nama                   : Muhammad Zaky Fauzi
NPM                     : 57414606
Kelas                    : 3IA21
Mata Kuliah          : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen        : Syefani Rachma Deski




LOD pada Game




Level of Detail merupakan topik penting pada grafik komputer dikarenakan LOD merupakan salah satu kunci strategi optimasi yang dapat membantu video game untuk run lebih cepat dan smooth. Pada game 3d proses LOD diliputi dengan pengurangan kompleksitas masing - masing aset game 3d saat viewer dalam hal ini pemain menjauhi objek game tersebut.


Teknik - Teknik LOD

 


Berikut ini adalah macam - macam teknik LOD(-ding) :
  • Discrete Method
  • Continuos Method
  • Hierachical Method
  • Predictive Method

Antarmuka


Pengertian antarmuka (interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) dan Graphical User Interface(GUI).

Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.


Command Line Interface(CLI)


CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.

Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.


Graphical User Interface(GUI)


GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (window, icon, menu, pointing device).

User Interface pada game dapat disimpulkan sebagai penghubung atau mediator antar game dan pemain supaya pemain dapat mengoprasikan atau memainkan game tersebut. Pada umumnya User Interface pada game adalah Graphical User Interface.



Elemen User Interface pada game


User Interface atau Antarmuka Pengguna merupakan unsur penting dalam game. Desain User Interface dalam game melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatar dari pengguna yang sebenarnya, atau player. Pemain menjadi elemen tak terlihat, tapi kunci untuk cerita, seperti halnya narator dalam novel atau film. Fiksi ini dapat langsung dihubungkan ke UI, sebagian terkait, atau tidak sama sekali. Terdapat sebuah teori mengenai desain user interface game oleh Erik Fagerholt dan Magnus Lorentzon dari Chalmers University of Technology berjudul: Beyond the HUD (Head Up Display) – User Interfaces for Increased Player Immersion in FPS Games. Mereka memperkenalkan istilah untuk berbagai jenis interface tergantung pada bagaimana terkait dengan narasi dan geometri permainan mereka, di antara lain :


  • Diegetic
Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic.
  • Meta
Elemen UI tidak selamanya sesuai dalam geometri dari dunia permainan. Mereka masih dapat mempertahankan narasi permainan tapi duduk di hub plane 2D.
  • Spatial
Elemen Spasial UI digunakan ketika ada kebutuhan untuk memecahkan narasi dalam rangka untuk memberikan informasi lebih kepada pemain melebihi yang disadari karakter.
  • Non-Diegetic 
Elemen ini memiliki kebebasan untuk benar-benar dihapus dari fiksi permainan dan geometri dan dapat mengadopsi pemakaian visual mereka sendiri, meskipun sering dipengaruhi oleh arah seni permainan. 


Daftar Pustaka

 

Penampilan Grafik Scene Game

Judul/Bab             : Penampilan Grafik Scene Game (TUGAS Bab 7)
Nama                   : Muhammad Zaky Fauzi
NPM                     : 57414606
Kelas                    : 3IA21
Mata Kuliah          : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen        : Syefani Rachma Deski


Visibility

 


Visibility merupakan  tampilan grafik scene game pada komputer. Bagaimana sebuah game terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user menikmati game tersebut. 


Level of Detail (LOD)

 

 

Dalam komputer grafis, untuk tingkat detail melibatkan menurunkan kompleksitas representasi objek 3D seperti bergerak menjauh sesuai metriksnya, kecepatan sudut pandang-relatif atau posisi. Tingkat teknik detil meningkatkan efisiensi render dengan mengurangi beban kerja pada tahap pipa grafis, transformasi biasanya simpul. Kualitas visual berkurang dari model sering diperhatikan karena efek kecil pada objek muncul ketika jauh atau bergerak cepat.

Sedangkan untuk konsep menggambar LOD sebagian besar waktu LOD diterapkan untuk geometri rinci saja, konsep dasar bisa disamaratakan. Baru-baru ini, teknik LOD termasuk manajemen juga shader untuk tetap mengontrol kompleksitas pixel. Suatu bentuk tingkat manajemen detail telah diterapkan untuk tekstur selama bertahun-tahun, di bawah nama mipmapping, juga memberikan kualitas rendering yang lebih tinggi. Ini adalah hal yang lumrah untuk mengatakan bahwa "sebuah objek telah LOD'd" ketika objek disederhanakan oleh mendasari algoritma LOD-ing.


Terrain LOD

 

Terrain merupakan model yang sangat besar, membuat setiap pointnya secara eksplisit sangatlah tidak mungkin, maka metoda untuk mengotomatiskan pembangkitan terrain merupakan hal biasa. Ketika proses rendering, sebagian dari Terrain tertutup dan sebagian lain sangat jauh, oleh karena itu dikembangkanlah Terrain LOD algorithms. Terrain LOD itu sendiri menggunakan teknik Level of details (LOD) untuk mengontrol objek yang akan di-render. Teknik LOD mempunyai banyak jenis, salah satunya adalah Terrain LOD. Algoritma ROAM merupakan algoritma terrain LOD yang menggunakan top-down dengan struktur data binary triangel. Algoritma ROAM (real-time Optimally Adapting Meshes) sangat baik untuk diimplementasikan pada terrain yang tidak datar atau terrain yang bergelombang. Ukuran dari terrain tidak mempengaruhi jumlah poligon yang terbentuk. Namun semakin besar jumlah poligonnya, makaframe-Ratenya semakin kecil.

 

2 Game dengan Jalan Cerita dan Level yang menarik


  • The Witcher 2: Assassins of Kings
 


The Witcher 2: Assassins of Kings adalah game kedua dari franchise action-RPG, The Witcher. Dikembangkan oleh CD Projekt RED, The Witcher 2 memiliki banyak komponen yang lebih menarik dibandingkan game pendahulunya.

Gaya bertempur yang cepat adalah salah satu kelebihan dari The Witcher 2. Keyboard digunakan untuk menggerakkan karakter anda, sementara tombol mouse digunakan untuk melakukan serangan serta berbagai sihir. Anda dapat pula menggunakan berbagai macam peralatan ofensif dan defensif, seperti bom dan perangkap, ataupun kapak dan sekop. Bagian-bagian tertentu dari permainan juga menawarkan anda kesempatan untuk masuk ke mode stealth dan berusaha menyelinap ke suatu tempat tanpa terdeteksi oleh musuh. Beberapa mini-games juga membuat permainan ini secara keseluruhan menjadi makin menarik.
The Witcher 2 adalah sebuah permainan dunia fantasi abad pertengahan, di mana anda berperan sebagai seorang "Witcher" atau pemburu monster.  Tujuan utama anda hanya satu, mencoba membersihkan nama baik anda yang dituduh sebagai pembunuh Raja.


  • Fallout 3
 

Fallout 3 adalah game ketiga dari seri Fallout. Dikembangkan oleh Bethesda Game Studios dan dirilis pada bulan Oktober 2008, permainan ini telah menerima banyak penghargaan Game of the Year untuk gameplay dan jalan ceritanya yang menakjubkan. Selama bulan pertama dirilis di pasaran, Fallout 3 terjual lebih dari 600.000 kopi, yang membuktikan kesuksesannya di kalangan video gamers.

Di sini, pemain mulai permainan sebagai bayi yang baru lahir, dengan kemampuan untuk menentukan ras, jenis kelamin dan penampilan karakter anda. Sebuah buku anak berjudul YOU S.P.E.C.I.A.L kemudian diberikan di mana pemain dapat mengatur status utama karakter yang terdiri dari: Strength, Perception, Endurance (Daya Tahan), Charisma (Karisma), Intelligence (Kecerdasan), Agility (Kegesitan) dan Luck (Keberuntungan). Permainan ini juga dilengkapi dengan sistem karakter-leveling yang fleksibel, di mana pemain dapat meningkatkan skill pilihan mereka dengan mengalokasikan poin tertentu setiap kali naik level.

Fallout 3 juga memiliki gameplay terbuka, sehingga keputusan para pemain membuat dalam permainan memiliki dampak yang besar pada jalan cerita, bahkan ending. Kehidupan anda sebagai seorang pengembara di masa depan setelah kehancuran bumi karena radiasi nuklir benar-benar sangat menarik untuk disimak.  Di dunia Fallout 3, umat manusia digambarkan kembali berada dalam peradaban titik terendah, di mana mereka hidup dengan serba sederhana di reruntuhan bangunan, dihantui oleh kelaparan, monster-monster mengerikan, dan bandit-bandit kanibal nan kejam.  Di sinilah peran pemain dibutuhkan untuk kembali memulihkan kejayaan peradaban umat manusia.


Daftar Pustaka


Kamis, 11 Mei 2017

User Interface pada Game Komputer

Judul/Bab             : User Interface pada Game Komputer ( Penulisan Bab 6)
Nama                   : Muhammad Zaky Fauzi
NPM                     : 57414606
Kelas                    : 3IA21
Mata Kuliah          : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen        : Syefani Rachma Deski


Antarmuka


Pengertian antarmuka (interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) dan Graphical User Interface(GUI).

Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.


Command Line Interface(CLI)


CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.

Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.


Graphical User Interface(GUI)


GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (window, icon, menu, pointing device).

User Interface pada game dapat disimpulkan sebagai penghubung atau mediator antar game dan pemain supaya pemain dapat mengoprasikan atau memainkan game tersebut. Pada umumnya User Interface pada game adalah Graphical User Interface.



Elemen User Interface pada game


User Interface atau Antarmuka Pengguna merupakan unsur penting dalam game. Desain User Interface dalam game melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatar dari pengguna yang sebenarnya, atau player. Pemain menjadi elemen tak terlihat, tapi kunci untuk cerita, seperti halnya narator dalam novel atau film. Fiksi ini dapat langsung dihubungkan ke UI, sebagian terkait, atau tidak sama sekali. Terdapat sebuah teori mengenai desain user interface game oleh Erik Fagerholt dan Magnus Lorentzon dari Chalmers University of Technology berjudul: Beyond the HUD (Head Up Display) – User Interfaces for Increased Player Immersion in FPS Games. Mereka memperkenalkan istilah untuk berbagai jenis interface tergantung pada bagaimana terkait dengan narasi dan geometri permainan mereka, di antara lain :


  • Diegetic
Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic.
  • Meta
Elemen UI tidak selamanya sesuai dalam geometri dari dunia permainan. Mereka masih dapat mempertahankan narasi permainan tapi duduk di hub plane 2D.
  • Spatial
Elemen Spasial UI digunakan ketika ada kebutuhan untuk memecahkan narasi dalam rangka untuk memberikan informasi lebih kepada pemain melebihi yang disadari karakter.
  • Non-Diegetic 
Elemen ini memiliki kebebasan untuk benar-benar dihapus dari fiksi permainan dan geometri dan dapat mengadopsi pemakaian visual mereka sendiri, meskipun sering dipengaruhi oleh arah seni permainan.

Daftar Pustaka

Selasa, 02 Mei 2017

User Interface pada Game Komputer

Judul/Bab             : User Interface pada Game Komputer (TUGAS Bab 6)
Nama                   : Muhammad Zaky Fauzi
NPM                     : 57414606
Kelas                    : 3IA21
Mata Kuliah          : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen        : Syefani Rachma Deski

User Interface pada game dapat disimpulkan sebagai penghubung atau mediator antar game dan pemain supaya pemain dapat mengoprasikan atau memainkan game tersebut. Berikut adalah contoh User Interface pada Game tertentu:

Assassin's Creed



Assassin's Creed adalah game dengan genre Action - Stealth. Game ini memiliki UI yang unik, di mana UI dibuat seminimalis mungkin sehingga pemain dapat menghayati alur cerita. Jika pemain mengaktifkan "Eagle Vision" maka tampilan game akan berubah menjadi redup dan pemain dapat membedakan AI musuh yang berwarna merah dan yang menjadi AI target akan berubah menjadi emas. Hal tersebut termasuk kedalam elemen user interface yang diegetik.

Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic.


Counter-Strike: Global Offensive



Game ini merupakan game menembak multi pemain dimana para pemain disambungkan dengan koneksi internet untuk dapat memainkannya. User Interface pada game ini HUD-nya dapat dikatakan lengkap ditampilkan dengan element non-diegetik dimaksudkan bahwa UI pada game ini tidak ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) melainkan dengan visualnya sendiri dan tidak melebur kedalam dunia permainan.


Perbedaan


Dari kedua game di atas dapat disimpulkan perbedaan UI nya, Game Assassin's Creed mempunyai UI yang minimalis dan terkesan lebih hidup dibandingkan dengan game CSGO dengan komponen UI nya yang lengkap dan memakan banyak ruang pada tampilan game. UI Game Assassin's Creed juga elemennya ada yang berjenis Diegetik yaitu UI melebur kedalam dunia game sedangkan CSGO sepenuhnya non-diegetik yaitu UI dipisahkan dengan dunia game tersebut.

Daftar Pustaka

http://www.dailymotion.com/video/x3rzdxh gambar dari video csgo gameplay

Sabtu, 22 April 2017

Contoh Kasus Efek Positif dan Negatif pada Game

Judul/Bab             : Contoh Kasus Efek Positif dan Negatif pada Game ( Penulisan Bab 5 )
Nama                   : Muhammad Zaky Fauzi
NPM                     : 57414606
Kelas                    : 3IA21
Mata Kuliah          : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen        : Syefani Rachma Deski


Setelah mengetahui efek positif dan negatif game, berikut ini adalah contoh kasus positif dan negatif game:

Kasus Negatif Game

  • Korban Meninggal Dunia saat Bermain Game Online


Beberapa waktu belakangan ini dilaporkan seseorang meninggal dunia akibat bermain game online. Umumnya, mereka bermain game online dalam waktu yang cukup lama. Naufal Hanifa Fadlurrahman, (18) asal Desa Terusan, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto tewas saat asyik bermain game online, Jumat (05/8/2016) malam.

Selain itu pada awal 2015, dilaporkan seorang pria di Taiwan ditemukan tewas di sebuah warung internet setelah tiga hari berturut-turut bermain game. Pria bernama Hsieh itu diduga meninggal karena kelelahan Hsieh tewas ketika sedang duduk di depan komputer setelah menghabiskan sekira 72 jam bermain game di sebuah warnet di Greater Kaohsiung, Taiwan.  


Kasus Positif Game

  • Gamer dengan bayaran tertinggi 



Peter Dager, Pria yang berasal dari Indiana, Amerika Serikat ini, menjadi seorang gamer profesional yang mendapatkan bayaran tertinggi. Peter Dagger dijuluki sebagai ‘Salt King’ dengan identitas gamer-nya yang cukup unik, yakni ppd.

Peter telah memenangkan lebih dari 19 turnamen, dan berhasil mendapatkan pendapatan sebesar US$ 2,17 juta atau setara dengan Rp 28,39 miliar (kurs: Rp 13.086 per dolar  AS).

  • Bocah Sering Main Game Punya Kecerdasan di Atas Rata-Rata 


Sebuah penelitian yang dipublikasikan International Journal of Comunication mengungkap fakta bahwa gamers memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Studi yang dilakukan oleh International Journal of Communication ini menemukan fakta bahwa pelajar yang bermain game online hampir setiap hari memiliki nilai di atas rata-rata di sekolahnya. Sementara sebaliknya, pelajar yang kebanyakan bermain jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter memiliki nilai yang buruk dari teman sekelasnya.

Studi tersebut dilakukan di lebih dari 12.000 pelajar sekolah di Australia. Tujuan penelitian itu tak lain untuk mencari korelasi antara nilai akademis dengan ketertarikan personal pelajar dan aktivitas di luar sekolah, termasuk penggunaan internet.


Referensi


Interaksi Fisik dalam Teknologi Game

Judul/Bab             : Interaksi Fisik dalam Teknologi Game (TUGAS Bab 5)
Nama                   : Muhammad Zaky Fauzi
NPM                     : 57414606
Kelas                    : 3IA21
Mata Kuliah          : Pengantar Teknologi Game
Nama Dosen        : Syefani Rachma Deski


Interaksi

interaksi adalah hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam proses interaksi tidak saja terjadi hubungan antara pihak-pihak yang terlibat, melainkan terjadi saling memengaruhi satu sama lainnya.

Interaksi Fisik

Interaksi Fisik adalah salah satu bentuk interaksi yang terjadi jika ada dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa-bahasa tubuh.

Dalam Teknologi game interaksi fisik yang dimaksud adalah saat objek game satu bersentuhan atau bertabrakan dengan objek game lain sehingga memberikan reaksi tergantung pada physics dan pemrograman objek tersebut.

Collision Detection (Deteksi Tabrakan)

 

Collision pada Game GTA V
Supaya objek-objek pada game tidak saling menembus jika bertabrakan, game membutuhkan Collision Detection bedasarkan susunan geometri dari objek itu sendiri.

Collision Detection akan mendeteksi titik pertemuan dari dua atau lebih objek sehingga objek tersebut dapat bereaksi dan tidak saling menembus satu sama lain.

Masalah terbesar dari “Collision detection” adalah banyaknya tes yang harus dilakukkan dan banyaknya sumber daya CPU yang digunakan. Maka dari itu pemeriksaan tiap pembuatan frame perlu diperhatikan ketelitiannya dan proses dari collision detection itu sendiri harus dibuat dengan sangat efisien. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini yang harus dipertimbangkan.

Metode atau cara Collision Detection pada setiap game engine berbeda, contohnya Game Engine Unity3D. Pada Unity3D  terdapat sebuah komponen yang dapat disisipkan pada objek dalam game bernama "Collider".

Unity Colliders

Pada Unity3D Terdapat berbagai macam collider, yaitu :
  • 3D Collider : BoxCollider, SphereCollider, CapsuleCollider, MeshCollider, WheelCollider
  • 2D Collider : BoxCollider 2D, CircleCollider 2D, PolygonCollider 2D, EdgeCollider 2D 
Dengan menambahkan komponen collider pada game objek maka objek tersebut dapat diprogram untuk memberikan reaksi.


Efek Positif dan Negatif Game

  • Efek Positif
1. Membuat dapat mengambil keputusan lebih cepat

Di dalam game, gamer harus cepat membuat keputusan, jika tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat, mungkin gamer bisa saja mati atau kalah dalam game. Misalnya, jika gamer bermain game strategi, gamer harus bisa memutuskan dengan cepat, antara menyerang dan bertahan. Jika terlalu lama berpikir, lawan bisa dengan mudah mengalahkannya.

2. Dapat membantu mengurangi rasa sakit

Kadang, saat kita sakit, seperti tidak enak badan, luka-luka, dan lain-lain. Setelah kita bermain game, sakit itu tidak terasa atau tidak terlalu terasa karena kita fokus bermain game.

3. Mengurangi stres

Saat kita stres akibat banyak pekerjaan atau tugas. Kita bisa bermain game sebagai hiburan, tentunya ini bisa mengurangi stres. Tapi jangan lupa dengan pekerjaannya ya.

4. Mendapat teman baru

Di game online seperti Dota 2, Warframe, dan lain-lain banyak gamers dari berbagai negara yang bermain game tersebut. Kadang kita diajak untuk chat, bahkan berkenalan. Kita bisa menambah pertemanan melalui game.

5. Membuat lebih pintar berbahasa Inggris

Rata-rata gamers mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang lebih baik daripada non gamer, karena game umumnya memakai bahasa Inggris. Ini membuat gamer terbiasa dengan bahasa Inggris.
  • Efek Negatif
 1. Membuat kecanduan yang berlebihan

Bermain game tentunya dapat membuat kecanduan, karena game merupakan sebuah hiburan. Tapi bermain game secara terus-menerus membuat kita lupa waktu. Hal ini membuat kita lupa dengan pekerjaan, makan, dan lain-lain.
 
2. Membuat mata rusak

Menatap layar monitor berjam-jam untuk bermain game tentunya akan membuat mata kita berair atau perih. Bahkan, jika terlalu sering, mata kita bisa minus atau plus dan harus menggunakan kacamata.
 
3. Membuat malas

Bermain game akan membuat kita lupa segalanya. Kita hanya fokus terhadap game yang kita mainkan. Kita akan malas bekerja atau mengerjakan tugas.
 
4. Membuat tidak konsentrasi

Saat kita belajar atau bekerja, kita tidak konsentrasi terhadap apa yang sedang kita kerjakan. Pikiran kita hanya tertuju pada game-game yang telah kita mainkan.


Daftar Pustaka

 

Daftar Gambar